Perasaan dan Emosi Membuat Mu Lemah

Perasaan adalah suatu rasa yang bisa dirasakan oleh hati nurani kita sedangkan emosi adalah perasaan yang muncul secara berlebihan dan tanpa terkontrol seperti marah, benci dan lain-lain. Setiap kehidupan tidak terlepas dari perasaan karena makhluk hidup bukan lah robot yang bisa hidup tapi tidak bisa merasakan sesuatu seperti cinta, benci, senang, sedih, suka atau marah.

Perbedaan rasa yang dirasakan oleh hati kita dengan kulit kita yaitu hati terasa menyakitkan apabila mendengar suatu perkataan seseorang yang tidak mengenakkan sedangkan kulit merasakan kesakitan apabila terjadi kerusakan akibat dilukai atau terlukai seperti tabrakan. Rasa yang dirasakan oleh hati, tidak nampak tapi menyakitkan sedangkan yang dirasakan oleh kulit, nampak disertai dengan rasa sakit.

Perasaan akan selalu muncul jika kita sedang melakukan sosialisasi dengan seseorang baik itu teman, keluarga atau tetangga, umumnya perasaan yang mucul adalah suka, cinta, sayang, nyaman, benci, muak, sakit hati, dan bosan, sedangkan jika kita sedang sendirian maka perasaan yang muncul senang, bahagia, rileks, stres, depresi, kurang semangat dan jenuh.

Setiap perkataan akan berefek kepada perasaan dan emosi kita, kalau perkataan itu baik atau positif maka akan menyebabkan seseorang bersemangat, terasa terlindungi, panjang angan-angan, banyak ide, dan membuat rasa senang yang berlebihan, sedangkan jika perkataan itu buruk atau negatif maka akan membuat seseorang lemah, stres, tersakiti, tidak diperdulikan, merasa bodoh, menyesal atas kesalahan, merasakan rasa malas luarbiasa, depresi yang lama, minder, kurang enak bertemu orang dan menjadi pemalu.

Perkataan yang buruk sulit untuk dilupakan dibandingkan dengan perkataan baik, ini dikarenakan setiap perkataan buruk yang didengar oleh seseorang terhadap dirinya akan menimbulkan kebencian, dendam, selalu menyalahkan orang dan merasa sebagai korban. Perkataan baik dapat membuat orang merasa dirinya penting, berjasa, sombong, angkuh, suka menolong dan bersemangat.

Perkataan yang buruk terasa sangat menyakitkan dibandingkan terkena tebasan pedang, karena rasa sakitnya tidak akan hilang kecuali orang tersebut hilang ingatan. Cara mudah menyerang seseorang adalah dengan mengosipi aib seseorang dan aib itu disebarluaskan ke orang-orang sehingga begitu korban mendengar yang bukan-bukan terhadapnya maka disaat itu emosinya meledak, tidak semua orang dapat marah besar sehingga rasa ingin melakukan kejahatan muncul secara kuat seperti pembunuhan, namun yang paling banyak adalah rasa lemah (baik pikiran maupun badan) dan rasa stres akan muncul ketika sesuatu yang tidak mengenakkan terdengar pada telinga.

Kadangkala sesuatu yang tidak mengenakkan yang terdengar kepada kita tentang keburukan atau aib yang disebarkan mengenai orang yang kita cintai juga dapat membuat kita lemah, tidak terima kenyataan, stres, menyalahkan keadaan dan marah terhadap siapa saja baik orang yang mengosipi atau korban yaitu orang yang kita cintai.

Seseorang menyerang perasaan atau emosi seseorang lainnya adalah bertujuan untuk mengontrolnya atau mempermalukannya jika seseorang tersebut tidak bisa mengontrol emosinya. Setiap perasaan yang kita rasakan akan berubah jika kita mengubahnya alias melakukan sesuatu lainnya, karena dengan melakukan hal lain maka otak kita secara otomatis akan memikirkan hal yang lain.

Rasa yang menyakitkan biasanya muncul jika kita melakukan sesuatu secara terus-menerus atau pekerjaan yang kita kerjakan berulang-ulang setiap harinya seperti kerja dikantor. Penting bagi seseorang untuk melakukan hal yang berbeda disamping dengan melakukan hal yang berulang-ulang setiap hari dengan cara mengatur waktu, kalau tidak maka akan muncul rasa stres, dari rasa stres muncul rasa malas kemudian muncul depresi.

Kita tidak bisa berada pada keadaan serius selama berjam-jam, pikiran kita perlu rileks melupakan pikiran yang berlebihan dengan begitu rasa stres dan bosan bisa dikontrol, kadangkala kita perlu mencuci otak kita sendiri dengan memikirkan atau mendengarkan sesuatu yang berguna bagi diri kita walaupun orang-orang mungkin membencinya.

Jangan memaksakan pendapat kita terhadap orang lain, karena hal tersebut akan membuat kita dalam keadaan emosi jika orang tersebut menolak pendapat kita, Anda boleh memberikan solusi untuknya atau memberikan suatu penjelasan mengenai kesalahannya tanpa menyentuh perasaannya, jika Anda ingin menyampaikan sesuatu mengenai seseorang maka sampaikan langsung ke orang tersebut dan jangan sampai orang lain mendengar sesuatu yang bersifat aib, rahasia dan yang menyangkut perasaan, karena bisa membuatnya kurang nyaman dan tak mengenakkan.