Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan
Gambar 1. SPK

Sistem pendukung keputusan yang biasanya disingkat dan sering disebut sebagai SPK, nama lain sistem ini adalah decision support systems disingkat dengan DSS. Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang mendukung seorang pengambilan keputusan dengan kriteria-kriteria yang diambil oleh seorang pengambil keputusan untuk dilakukan perbandingan terhadap alternatif-alternatif yang akan diputuskan yang terbaik. Sistem pendukung keputusan digunakan untuk menganalisa atau memutuskan sebuah kasus yang terbaik dalam pemilihan suatu barang, benda, sifat, orang dan lain-lain yang biasanya disebut sebagai alternatif, kasus yang diputuskan berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh seorang yang akan mengambil sebuah keputusan begitu juga dengan alternatifnya.

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan (spk) adalah sistem yang dapat memecahkah masalah ataupun menyelesaikan masalah yang bersifat tak terstruktur atau semi terstruktur, sistem ini digunakan jika masalah yang diatasi sedikit bermasalah seperti sulitnya memberikan keputusan yang adil atau susah memberikan keputusan yang terbaik. Sistem pendukung keputusan hanyalah sebuah sistem pendukung saja sedangkan semua keputusan berada pada seorang pengambil keputusan. Sistem pendukung keputusan biasanya berbasis pada sebuah komputer atau dibuatkan sebuah aplikasi untuk menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik.

Dalam sistem pendukung keputusan haruslah ada kriteria-kriteria (disebut juga atribut) dan alternatif, kriteria adalah sebuah pernilaian atau juga diartikan penetapan sesuatu namun dalam sistem keputusan adalah sebuah pernilaian yang digunakan untuk perbandingan untuk mencapai hasil yang diinginkan, sedangkan alternatif adalah sebuah objek yang akan diperbandingkan seperti benda, orang, barang dan lain-lain atau dengan pengertian lainnya seperti memilih pilihan diantara beberapa pilihan atau pilihan lainnya atau beberapa kemungkinan.

Sistem pendukung keputusan mampu memberikan keputusan dalam hitungan detik sehingga sangat bagus untuk digunakan dibandingan menggunakan cara manual yang menghitung satu per satu keputusan seperti menentukan nilai maksimum, minimum atau optimum yang kemudian dijumlahkan, bayangkan betapa capeknya jika harus menghitung satu per satu berbeda halnya dengan sistem pendukung keputusan, cukup dengan adanya sebuah komputer seperti PC, tablet, smartphone, PDA dan lain-lain kemudian jalankan sebuah aplikasi sistem yang telah dibuat sebelumnya, selain sebuah aplikasi sistem, aplikasi office juga bisa digunakan seperti Excel atau Calc.

Aplikasi sistem pendukung keputusan umumnya berbasis web, desktop ataupun mobile, spk berbasis web biasanya dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, JSP, ASP.NET, Perl, Python, Ruby atau JavaScript MV*, sedangkan spk berbasis desktop biasanya dibuat dengan menggunakan Visual Studio, Java SE (Eclipse, Netbeans, atau JetBrains IntelliJ IDEA), atau C/C++, sedangkan spk berbasis mobile biasa dibuat menggunakan Androin Studio, Xcode, Java ME (biasanya digunakan untuk HP symbian seperti nokia jadul), HTML5 app mobile atau PhoneGap/Cordova.

Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan memiliki tiga komponen yaitu Sistem Manajemen Database, Basis Model dan Antarmuka Pengguna, ketiga komponen tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah sistem pendukung keputusan dan juga ketiga komponen tersebut saling membutuhkan satu sama lainnya untuk menjalankan sebuah sistem.

1. Sistem Manajemen Database

Sistem manajemen database (Database Management System) adalah sistem data yang terorganisir dalam basis data, data yang digunakan untuk sistem pendukung keputusan bisa berasal dari mana saja, bisa dari dalam lingkungan kita atau dari luar kemudian disimpan dalam suatu basis data atau database kemudian diolah atau dikelola untuk keperluan pengambilan keputusan.

2. Basis Model

Basis model (Model Base) adalah sebuah metode yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan, biasanya metode ini berbentuk matematika yang biasanya menggunakan rumus khusus sehingga menghasilkan keputusan tepat sasaran, metode-metode yang digunakan biasanya metode SAW, metode WP, metode AHP, metode SMART atau metode TOPSIS, sebenarnya sangat banyak metode-metode lainnya yang menjamur di internet yang bisa anda pelajari.

3. Antarmuka Pengguna

Antarmuka pengguna (User Interfase) adalah sebuah disain aplikasi sistem yang bisa berjalan pada sebuah komputer baik dalam bentuk web, aplikasi desktop ataupun aplikasi mobile (tablet atau smartphone), antarmuka tersebut bisa dibuat dengan bahasa pemrograman yang telah dijelaskan pada pengertian diatas seperti HTML/CSS, JavaScript, PHP/JSP/ASP.Net (Untuk Web), Java/Swift (Untuk Mobile), C/C++, Java, VB.net, C# (Untuk Desktop).

Kelebihan Sistem Pendukung Keputusan

Kelebihan dari sistem pendukung keputusan yang bisa dijelaskan secara mendetail dan menyeluruh adalah sebagai berikut:

  1. Dapat memecahkan dan menyelesaikan permasalahan yang bersifat tak terstruktur atau semi terstruktur.
  2. Membantu mempersingkat waktu pengambilan keputusan bisa dibilang dalam waktu hitungan detik keputusan langsung bisa diambil.
  3. Hasil keputusan dari sistem pendukung keputusan sangatlah akurat dan tepat sehingga bisa langsung digunakan sebuah keputusan tersebut.
  4. Memudahkan seorang pengambilan keputusan dalam memahami sebuah persoalan yang dihadapinya.
  5. Menghasilkan sebuah laporan keputusan sehingga memperkuat keputusan yang telah diambil.

Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan

Kelebihan spk (sistem pendukung keputusan) telah dijelaskan diatas kemudian penjelasan kekurangan dari sistem pendukung keputusan adalah sebagai berikut:

  1. Keputusan yang dihasilkan tidak dapat menggantikan seorang pengambil keputusan, atau bisa dibilang keputusan berada pada tangan pengambil keputusan.
  2. Keputusan yang dihasilkan hanya sebatas bantuan keputusan untuk pengambil keputusan.
  3. Untuk menentukan keputusan diharuskan terlebih dahulu menyimpan data-data kemudian baru dilakukan perbandingan.
  4. Masih membutuhkan manusia dalam pengoperasian sistem pendukung keputusan

Metode Sistem Pendukung Keputusan

Metode sistem pendukung keputusan telah dijelaskan pada basis model diatas namun akan dijelaskan secara mendetail seperti berikut dibawah ini:

  1. Metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah metode yang bersifat penjumlahan untuk menghasilkan keputusan.
  2. Metode Weighted Product (WP) adalah metode yang berbasis perkalian untuk menghasilkan keputusan.
  3. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode penganalisa masalah sehingga dari hasilnya tersebut menjadi sebuah keputusan.
  4. Banyak Metode lainnya seperti SMART, TOPSIS, Fuzzy dan lain-lain.

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

Adapun karakteristik dari sebuah aplikasi atau program sistem pendukung keputusan adalah seperti berikut dibawah ini.

  1. Interaktif yaitu dengan adanya antarmuka pengguna dapat leluasa mengolah atau mengakses informasi di dalamnya.
  2. Fleksibel yaitu pengolahan yang serba cepat serta menyajikan nilai-nilai perbandingan sehingga dapat dilihat mana alternatif yang terpilih.
  3. Data Berkualitas yaitu data yang tersimpan sangat akurat sehingga tidak ada keraguan akan hasil keputusan yang akan diambil.
  4. Prosedur Pakar yaitu sistem pendukung keputusan sangat cerdas dalam menghasilkan keputusan, itu dikarenakan penentuan rumus-rumus metode yang telah ter-embbed dalam sistem

Sistem pendukung keputusan sangat diminati untuk masalah yang bersifat pemilihan berbagai kasus, namun yang paling umum adalah pemilihan seseorang dalam jabatan atau tugas sehingga membutuhkan perbandingan orang yang tepat dan profesional.